Atasi Banjir, Pemkab Tanbu Berencana Bangun Bendungan

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu akan segera membangun bendungan untuk mengatasi banjir. Rencananya, bendungan tersebut akan dibangun di Kecamatan Kusan Hulu.

“Rencana itu sudah menjadi bagian dari proyek strategis nasional. Untuk itu mari kita doakan semoga impian itu bisa terwujud”, kata Sekda Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, Senin (17/06/3019).

Ia berharap rencana pembangunan proyek raksasa itu sudah mendapat titik terang pada November 2019. Sebab, bendungan tersebut tidak dibangun melalui anggaran pemerintah daerah, tapi pemerintah pusat.

Bendungan yang rencananya berlokasi di Kecamatan Kusan Hulu nantinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai pengendali banjir tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengendali tata kelola pengairan di sektor pertanian serta dapat dijadikan sebagai objek pariwisata.

Saat ini, lanjut Sekda, Pemkab Tanah Bumbu terus mengevaluasi bencana banjir yang belum lama ini merendam 7 kecamatan. Evaluasi dilakukan untuk memperoleh  informasi dan data penting yang nantinya bisa dijadikan sebagai referensi untuk menyelesaikan masalah banjir tersebut.

Sekda juga mengatakan, evaluasi pasca banjir juga diarahkan bagi penanganan banjir di wilayah perkotaan. Upaya itu, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen daerah termasuk masyarakat.

Saat ini, lanjut dia, budaya hidup bersih dan semangat gotong royong mulai memudar di tengah-tengah masyarakat perkotaan. Banyak dari masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya, gotong royong atau kerja bakti membersihkan lingkungan permukiman juga nyaris sudah sangat sulit ditemui di perkotaan.

Oleh karena itu, Rooswandi meminta jajaran pemerintah daerah harus menjadi pelopor dan pionir untuk kembali menggalakkan semangat gotong royong membersihkan lingkungan dengan mengajak masyarakat sekitar membersihkan gorong-gorong dan drainase, termasuk membiasakan diri dan keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Karena kalau hal itu tidak dilakukan  maka risiko banjir pasti terjadi karena saluran air tersumbat oleh sampah rumah tangga,” tandasnya.

Sumber : apahabar.com/2019/06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *